Jumat, 26 Februari 2016

MANFAAT ASI

MATERNITY CARE
MANFAAT PEMBERIAN ASI
    by Sakbiyan

ASI Eksklusif adalah tidak member bayi makan atau minum lain termasuk air putih, selain menyusui (kecuali obat-obatan , vitamin atau mineral tetes) sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan Setelah bayi berumur 6 bulan, mulai diperkenalkan dengan makanan padat, dan pemberian  ASI  dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun

KOMPOSISI ASI

Nutrisi ASI #Website

Kolostrum adalah ASI khusus yang ibu hasilkan pada beberapa hari pertama setelah persalinan. Mengapa khusus? Karena cairan ini sangat penting untuk kehidupan awal bayi dan kandungannya pun disesuaikan dengan kondisi kehidupan bayi baru lahir. Beberapa ibu mengeluarkan kolostrum sebelum melahirkan. Jumlahnya sedikit dan kental, berwarna kekuningan atau jernih. Jadi walaupun jumlahnya belum melimpah, ini juga dinamakan ASI.
Kolostrum mengandung nutrisi antara lain :
1. Protein, kadarnya begitu tinggi. Kandungan utamanya adalah immunoglobulin (IgG, IgA, dan IgM), yang digunakan sebagai zat antibodi untuk mencegah dan menetralisir bakteri, virus, jamur dan parasit. IgA melapisi saluran cerna agar kuman tidak dapat masuk ke dalam aliran darah dan akan melindungi bayi hingga sistem kekebalan tubuhnya berfungsi dengan baik.
2. Lemak, masih dalam kadar yang rendah.
3. Laktosa, termasuk dalam golongan karbohidrat. Lebih dikenal dengan nama gula susu khusus yang juga memberi energi pada bayi. Komponen ini juga masih dalam kadar yang rendah.
4. Mineral
5. Vitamin A. membantu mengurangi tingkat keparahan infeksi yang mungkin dialami bayi.
6. Nitrogen
7. Sel darah putih. Terdapat dalam jumlah yang banyak dibandingkan ASI matang.
8. Faktor Pertumbuhan, yang membantu perkembangan usus bayi yang belum matang. Ini mampu mencegah bayi mengalami infeksi, alergi dan intoleransi terhadap makanan lain.
B. NUTRISI ASI PERALIHAN
Merupakan ASI peralihan dari kolostrum sampai menjadi ASI matang. Selama dua pekan, volume air susu bertambah banyak dan berubah warna serta komposisinya. Kadar imunoglobulin dan protein menurun, sedangkan lemak dan laktosa meningkat.
C. NUTRISI ASI MATANG
Merupakan ASI yang dikeluarkan setelah peralihan dan seterusnya, komposisi relatif konstan (ada pula yang menyatakan bahwa komposisi ASI relatif konstan/ stabil baru mulai minggu ke-3 sampai minggu ke-5).
Air susu yang mengalir pertama kali atau saat menit-menit awal pertama disebut foremilkForemilk lebih encer. Foremilkmempunyai kandungan rendah lemak dan tinggi laktosa, gula, protein, mineral dan air. Selanjutnya, air susu berubah menjadi hindmilkHindmilk kaya akan lemak dan nutrisi. Dengan demikian, bayi akan membutuhkan keduanya, baik foremilkatau hindmilk
Secara umum kandungan nutrisinya adalah sebagai berikut :
1. Ganfliosida (GA) yang berperan dalam pembentukan memori dan fungsi otak besar serta sebagai alat konektivitas sel otak bayi. GA sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Ketika lahir, bayi memiliki 100 miliar sel otak yang belum terhubung dan GA diperlukan untuk menghubungkan sel-sel otak tersebut.
2. Protein yang disebut protein kasein dan whey. Protein yang terdapat dalam ASI ini bersifat lebih mudah dicerna oleh tubuh bayi, dibandingkan dengan protein yang berasal dari susu mamalia lainnya.
3. Lemak yang terkandung di dalam ASI terdiri dari beberapa jenis (kolesterol, trigliserida, asam lemak rantai pendek, dan asam lemak tidak jenuh rantai panjang) namun yang paling esensial adalah asam lemak yang merupakan komponen dari semua jaringan tubuh dan diperlukan untuk perkembangan jaringan sel, otak, retina dan susunan saraf. ASI mengandung asam lemak tidak jenuh ganda berantai panjang (long-chain polyunsanturated fatty acid atau LC-PUFA) yang terdiri dari DHA (docosahexaneoic acid atau asam dokosaheksaenoat), LA ( linoleic acid atau asam linoleat), ALA (alfa linoleic atauasam alfa linoleat) dan AA (arachidonic acid atau asam arakidonat) yang sangat penting dalam perkembangan saraf di hari-hari pertama kehidupan anak.
4. Imunoglobulin. ASI mengandung semua jenis antibodi yang penting, yaitu immunoglobulin M, A, D, G, dan E. Imunoglobulin A (IgA) merupakan salah satu antibodi protektif yang sangat penting dalam mencegah infeksi, khususnya pada saluran pencernaan bayi.
5. Faktor imunologis lainnya. ASI memiliki beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kandungan mikroflora pada usus bayi. Faktor-faktor ini akan meningkatkan kolonisasi bakteri baik sehingga menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan. Faktor-faktor tersebut diantaranya:
·         Laktoferin, yang berfungsi untuk mengikat besi sehingga tidak dapat menjadi ‘makanan’ untuk bakteri
·         Lisozim, yang berfungsi meningkatkan IgA sehingga dapat mencegah infeksi bakteri
·         Oligosakarida, yang berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri
·         Lipid, yang berfungsi menghancurkan membran sel virus
·         Musin, yang berfungsi mengeluarkan bakteri dan virus dari dalam tubuh
9. Leukosit yang tekandung dalam ASI bermanfaat dalam eliminasi mikroorganisme dari dalam tubuh bayi.
10. ASI mengandung berbagai macam faktor pertumbuhan, diantaranya epidermal growth factor (EGF), nerve growth factor (NGF), dan insulin-like growth factor (IGF). Faktor-faktor ini yang bermanfaat dalam pematangan saluran pencernaan bayi dan pertumbuhannya.
Dibawah ini bisa kita lihat perbedaan komposisi antara kolostrum, ASI peraihan dan ASI matang


MANFAAT ASI :
1.Manfat bagi bayi
1)      Sebagai nutrisi
2)      Meningkatkan daya tahan tubuh bayi
3)      Meningkatkan kecerdasan
4)      Meningkatkan jalinan kasih sayang
2. Manfaat bagi ibu
1)      Mengurangi perdarahan setelah melahirkan.
2)      Mengurangi terjadinya anemia Menjarangkan kehamilan. Mengecilkan rahim
3)      .Lebih cepat langsing kembali.
4)      Mengurangi kemungkinan menderita kanker
5)      .Lebih ekonomis/murah
6)      Tidak merepotkan dan hemat waktu
7)      Portable/prakti
8)      Memberi kepuasan bagi ibu
CARA PEMBERIAN ASI
1. Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting dan sekitar kalang payudara.
2. Bayi diletakkan menghadap perut/payudara ibu. Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak menggantung dan punggung dapat bersandar pada sandaran kursi.
3. Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan puting susu atau kalang payudaranya saja.
 4. Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut (rooting reflex) dengan cara menyentuh pipi dengan puting susu atau menyentuh sisi mulut bayi.
5. Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi diletakkan ke payudara ibu dan puting serta kalang payudara dimasukkan ke mulut bayi.

 Referensi:



BINAWAN INSTITUTE OF HEALTH SCIENCES

2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar