Rabu, 20 Maret 2024

 Cerpen SERIBU RUPIAH

SERIBU RUPIAH

 

Seperti biasa liburan sekolah kali ini Bilqis pulang ke kampung dengan menggunakan bus menempuh dua hari perjalanan yang membuat kaki bengkak, namun hal tersebut tidak mengurangi kegembiraannya. Bilqis  senyum-senyum sendiri karena membayangkan senangnya bertemu keluarga, teman SD dan teman bermain masa kecil, serta bisa menikmati perkebunan sungai yang semua itu semakin membuat bilqis tidak sabar untuk segera sampai di kampung.

Alhamdullilah akhirnya perjalannya pulang kampung sampai juga, hari pertama Bilqis berkumpul dengan keluarga sambil istirahat menghilangkan keletihan dan bengkak di kaki dari perjalan jauh yang baru saja iya lakukan, dimana bilqis menikmati kebiasan yang selalu keluarga lakukan : sebelum jam 4 subuh ibu sudah bangun menyiapkan sarapan untuk semua, bapak sudah siapa-siap ke masjid, kita semua dibagunkan untuk  segera sholat subuh, sepulang bapak dari masjid pkl 05.30 WIB kami sudah siap sarapan bersama sebelum bapak berangkat ke kebun, tentu saja dengan makananan   terlezat masakan ibu, semua kebiasaan tidak ada yang berubah, siang harinya sebelum azan dhuhur bapak pulang dari kebun ,setelah sholat dhuhur makan siang bersama , bilqis banyak bercerita tentang kegiatan sekolahnya di Yogyakarta dan kegiatn lainya ke bapak, jam empat sore setelah sholat ashar ibu sudah sibuk kembali untuk masak makan malam dan kita diingatkan untuk segera mandi sore ,setelah sholat magrib berjamaah kami pun makan malam bersama , bapak selalu bisa membuat suasana kebersamaan makin menyenangkan dengan bercerita banyak hal , mulai dari kondisi kebunnya sampai cerita waktu bapak muda dulu, dan tidak lupa bapak mengakhiri ceritanya dengan membaca syair yang mengingatkan dan mengajarkan kami akan kebaikan, suasasan  ini yang selalu ada dirumah, menyenangkan dan selalu membuta rindu.

Sebelum mengisi hari-hari liburan mengikuti kegiatan bapak ke kebun, bapak selalu mengingtakan untuk berkunjung dulu kesemua saudara nenek, wak, makcik, bicik dan teman-teman SD, serta mengingatkan Bilqis jangan sombong dan banyak pesan-pesan yang semua tidak bisa diingat oleh Bilqis. Mulai la bilqis berkunjung dari rumah kerumah ( seperti lagu Ebit G dengan tujuan berbeda tentunya). saat bilqis sampai kerumah wak Nani, bilqis melihat raut wajah wak nani menunjukkan kegembiraan dengan kedatangan Bilqis , Wak Nani adalah Kaka tiri dari ibu Bilqis , dia tinggal di rumah panggung kayu tua yang sudah sangat memperihatinkan, lantainya dan dindingnya sudah lapuk, wak Nani tinggal berdua dengan anak bungsunya yang istemewa bernama Ana , karena Ana memiliki keterbelakangan mental walau sudah berusia 50an namun tingkah lakunya seperti anak balita . Wak pun bercerita bahwa keadaannya sekarang makin tua dia khawatir kalau terjadi sesuatu sama wak siapa yang akan merawat Ana sambil matanya menatap jauh kedepan, wak menghela napas sambil berguman bahwa wak selalu berdoa , berharap Allah SWT menggizinkan Ana yang diambil duluan oleh Allah SWT sehingga tidak ada kekhawatiran wak saat harus kembali juga ( kasih ibu tak terhingga, nyayian waktu SD ), setelah bercerita banyak hal, Bilqis pamit pulang karena sudah sore, tak lupa wak bertanya libur sampai kapan, rencan balik ke Yogya kapan, Insyaallah pulang ke Yogya hari ahad pagi wak jawab Bilqis.

Ahad pagi Bilqis sudah bersiap-siap untuk berangkat kembali ke Yogya libut telah usai, Bilqis harus kembali masuk sekolah, Bilqis sudah terima  uang saku dari wak, bicik, makcik nenek yang memberi rata-rata diatas seratus ribuan dari bapak tentu saja lebih banyak , hati Bilqis senang membayangkan bisa membeli bebetapa barang yang sudah Bilqis inginkan selama ini. Assalamualikum terdengar suara wak Nani datang terburu-buru, Bilqis belum berangkat terdengar suara wak Nani betanya ke bapak,belum jawab bapak, syukurlah terdengar suara wak senang. Bilqis menghampiri wak Nani dak Wak Nani sambil memeluk bilqis dan memberi uang seribu rupiah ke bilqis hanya ini yang bisa wak beri katanya dengan suara lirih, dan maaf wak tidak bisa mengantar karena tidak bisa meninggalkan Ana sendirian di rumah, dan wak nani pun pulang. Bilqis tak bisa berkata apa-apa dengan pemberian wak Nani selain ucapan terima kasih, dan sambil perasaaan tak menentu karena pemberian wak Nani dari melihat kondisi wak nani yang kekurangan.

              Dan dari semua uang pemberian hari itu , uang seribu rupiah yang sudah mengajarkan Bilqis pelajaran untuk berbagi , Bilqis jadi ingat pelajaran disekolah  surat  Al-Imron ayat 134 :  “Yaitu)orang-orang yang berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan(kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat baik”, dan seribu rupiah itu mengajarkan Bilqis juga  bahwa segala sesuatu bisa dirasakan lebih oleh orang lain bukan lah dari jumlah banyak dan sedikit tapi keadaan atau situsai bisa  memberikan rassa yang berbeda.

Hari ini melalui wak Ina Allah  SWT menunjukkan pelajaran nyata bukti dari ayat tersebut bahwa klau Allah menghendaki maka orang akan mampu memberi walau dalam keadaan tampak kekurangan menurut pandangan manusia, seperti kata ustad bahwa Allah tidak pernah memberian kekurangan kepada manusia tapi memberi kecukupan atau kelebihan, kekurangan adalah kekurangan cara pandang kita melihat yang cukup dengan pandangan kurang.

Jakarta 22.22 27072021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar